Metode pengujian
Uji ISO 20645 antibakteri untuk tekstil
ISO 20645 menentukan aktivitas antibakteri kain tekstil datar dengan cara difusi agar. Spesimen diletakkan di atas agar yang sudah diinokulasi, lalu cawan dibaca untuk melihat zona hambat di sekitar spesimen dan pertumbuhan di bawahnya — pembacaan kualitatif, bukan persentase.
- Hasil
- Zona hambat dan pertumbuhan di bawah spesimenPembacaan kualitatif, bukan persentase
- Cocok untuk
- Kain tenun, rajut, dan kain datar lainnya
- Dipakai sebagai
- Skrining yang cepat dan murahAATCC 100 atau JIS L 1902 kalau klaimnya butuh angka
- Waktu pengerjaan
- 14–30 hariTanggal selesai dikonfirmasi sebelum sampel dikirim
Empat langkah pengujian
Gambar ini skema, bukan foto lab kami. Gambar hanya menunjukkan urutan langkahnya; kondisi uji mengikuti standar.
-
Kain uji dan kontrol
Kain dengan antimicrobial finishing dan, jika ada, kain yang sama yang untreated sebagai kontrol.
-
Di atas agar yang diinokulasi
Spesimen diletakkan di atas agar yang sudah diinokulasi.
-
Baca zonanya
Cawan dibaca untuk melihat zona hambat di sekitar spesimen. Finishing yang terikat pada serat bisa saja tidak menunjukkan zona, padahal tetap bekerja.
-
Baca bagian bawahnya
Pertumbuhan di bawah spesimen juga dibaca, dibandingkan dengan kontrol untreated.
Garis tepi hijau penuh: kain dengan antimicrobial finishing. Garis tepi abu-abu putus-putus: kontrol untreated. Titik hijau: organisme uji.
Pengujian
Karena membaca zona dan bukan menghitung koloni, ISO 20645 cepat dan murah. Inilah metode yang tepat kalau Anda ingin tahu apakah sebuah finishing bekerja sama sekali sebelum mengeluarkan biaya untuk uji kuantitatif. Cocok untuk kain tenun, rajut, dan kain datar lainnya.
Finishing yang melepaskan zat aktif menghasilkan zona bening; finishing yang terikat pada serat dan tidak bermigrasi bisa saja tidak menghasilkan zona sama sekali padahal tetap bekerja. Itu bukan kegagalan kainnya, melainkan batas metodenya — dan itulah alasan finishing terikat biasanya butuh AATCC 100 atau JIS L 1902.
Kami menjalankan ISO 20645 di laboratorium BSL-2 kami di Bandung, yang tersertifikasi International Antimicrobial Council (AS) setiap tahun dan mengikuti program uji profisiensi antibakteri PTP4 dari AATCC.
Yang Anda terima
- Laporan uji independen dalam format IAC atau AATCC
- Peringkat atau pengamatan yang ditentukan standarnya, terhadap kontrol untreated
- Sertifikat yang bisa diverifikasi pelanggan, auditor, dan tim procurement Anda
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah ISO 20645 cukup untuk klaim pembeli saya?
Kadang cukup, kalau spesifikasinya memang menyebut metode ini. Tapi banyak pembeli menginginkan angka, dan zona bukan angka — dalam hal ini ISO 20645 berfungsi sebagai skrining awal, sedangkan AATCC 100 atau JIS L 1902 menjadi uji yang mendukung klaimnya.
Kain saya tidak menunjukkan zona. Apakah finishing-nya gagal?
Belum tentu. Finishing yang terikat pada serat dan tidak bermigrasi ke agar bisa terbaca tanpa zona, padahal tetap menurunkan bakteri saat kontak. Ceritakan bahan kimia yang dipakai, kami akan sarankan apakah metode kuantitatif adalah langkah berikutnya yang tepat.
Sampel apa saja yang perlu saya kirim?
Kain dengan antimicrobial finishing dan, jika ada, kain yang sama yang untreated sebagai kontrol. Ukuran dan jumlah sampelnya akan kami infokan saat pemesanan.
Berapa lama pengerjaannya?
14–30 hari, tergantung metode dan antrean laboratorium saat itu. Tanggal selesainya kami konfirmasi saat permintaan uji Anda kami terima, sebelum Anda mengirim sampel.
Metode terkait
Belum yakin metode mana yang diminta pembeli Anda? Kirimkan spesifikasinya, kami bantu pelajari bersama sebelum sampel dikirim.
Ajukan uji ISO 20645
Kirimkan kain dan informasi finishing-nya. Kami akan memastikan apakah uji difusi agar sudah bisa menjawab pertanyaan Anda, atau Anda perlu metode kuantitatif.